Kemaren siang saya nonton Elegy sendirian di Blitz GI. Saya liat di Kompas kalo hari rabu Elegy harga tiketnya 20000. Jadi, lebih murah drpd nomat hari senin yg tiketnya 25000. Di dalem bioskop yang nonton cuman enam orang termasuk saya.
Elegy ceritanya tentang David Keppesh, seorang profesor yang jg kritikus seni dan sastra di TV, radio, dan koran. Dia hidup sendirian, gonta-ganti pacar, dan anti sama komitmen. Walopun dia punya pasangan tetap yang seumuran ama dia, Carolyn, yang dateng cuma

Ben Kingsley yang meraih piala Oscar di film Gandhi bermain baik sebagai Prof. David Keppesh yang posesif sekaligus anti komitmen di film ini. Sepanjang film kita disuguhi musik2 klasik untuk mengiringi kita melihat kisah cinta tidak pada tempatnya ini. Dan di akhir film kita diberi kejutan dengan apa yang terjadi dengan Consuela.
Selesai nonton Elegy jam setengah lima, terus langsung pulang. Jam 6 lewat 15 menit saya berangkat lagi ke Erasmus Huis di Kuningan bareng Febri dan seorang temannya buat nonton film yang judulnya Paris jam 19.30. Setelah berkutat dengan kemacetan Jakarta di jam pulang kantor dan harap2 cemas takut keabisan tiket, akhirnya nyampe juga di Erasmus Huis dan Alhamdulillah masih kebagian tiket. Di dalam teater, saya kebagian tempat duduk yang sungguh tidak enak

Film Paris bener2 film yang menakjubkan. Seru banget ngeliat cerita2 keseharian warga kota Paris di film ini. Selama ini kan kita taunya Paris itu kota yang indah, glamor, penuh cinta, kiblat fashion dunia, menara Eiffel, dll. Di film ini kita bisa liat kehidupan Paris yang lebih membumi dan manusiawi dari fragmen2 ceritanya. Drama di film ini ceritanya mengalir begitu saja dan bisa diikuti tanpa bosan. Dan, seperti film2 Prancis biasanya, selalu ada humor khas film Prancis di film ini yang berhamburan sepanjang film dan diselipkan dengan pas di sela2 cerita. Juga tidak lupa pula, pemandangan Paris dari atas gedung dan tempat2 indah di Paris ada dalam film ini. Saya sangat merekomendasikan film ini untuk ditonton.
Kalo penasaran ni saya kasih liat cuplikannya
Yah, itulah film2 yang yang saya totnton kemaren. Saya hanya nonton tiga film di Europe on Screen tahun ini. Setidaknya lebih baik daripada tahun laulu yang cuman satu film. Untuk yang akan datang, saya sangat menanti JIFFest 2008 di akhir tahun.
Udah dulu ah. Sampai ketemu lagi
2 komentar:
Jiffest kapan diadainnya ? ga sabar nih.. btw, nice reviews..jadi pengin nonton elegy juga nih.. =)
nice review!!! gue jadi pengen nonton PARIS nih kayaknya bagus.. sekalian pengen nambah pengetahuan bahasanya juga... thanks atas reviewnya ya!
Posting Komentar